Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program strategis infrastruktur di wilayah Kodim 0213/Nias yang mencakup enam titik jembatan Aramco. Fokus utama program ini adalah mempercepat akses transportasi di wilayah pelosok Kabupaten Nias Utara yang sebelumnya sulit dijangkau.
Sinergi TNI dan Masyarakat
Proses pengerjaan jembatan dilakukan secara intensif dengan melibatkan personel gabungan dari Kodim 0213/Nias, Yonif TP 903/BS, dan Yon Zipur I/DD. Semangat gotong royong terlihat jelas dengan keterlibatan aktif warga desa dalam setiap tahapan pembangunan.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menjelaskan bahwa teknis pengerjaan dilakukan dengan standar keamanan tinggi. Tahapan dimulai dari perakitan baja Aramco, pengecoran pondasi, pemlesteran slof, hingga penimbunan dan pemadatan badan jalan.
"Seluruh tahapan pekerjaan telah diselesaikan sesuai rencana dan standar teknis. Saat ini progres telah mencapai 100 persen dan situasi di lapangan terpantau aman terkendali," ujar Kolonel Inf Asrul Kurniawan.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kehadiran jembatan ini disambut baik oleh warga Desa Sanawuyu. Kapendam I/BB menegaskan bahwa tujuan utama TNI dalam proyek ini adalah membantu pemerintah daerah dalam memeratakan pembangunan hingga ke tingkat desa.
"Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar. Hal ini tentu akan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat serta memperkuat keterhubungan antarwilayah di Kabupaten Nias Utara," tambahnya.
Kini, warga tidak lagi harus khawatir saat melintasi Sungai Malowu, terutama saat debit air meningkat. Akses yang lebih mudah diprediksi akan menurunkan biaya transportasi hasil bumi dan mempercepat distribusi logistik ke wilayah Kecamatan Sawo.
(CNN)