• Jelajahi

    Copyright © CyberNasionalNews.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Di Tengah Keberhasilan Pemberangkatan 99,70 Persen, Satu Jemaah Haji Embarkasi Medan Wafat di Tanah Suci

    CyberNasionalNews.id
    Senin, 25 Mei 2026, 22.40 WIB Last Updated 2026-05-25T15:42:51Z
    Pasang iklan di sini
    Pasang iklan di sini
    Medan| cybernasionalnews. id – Penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mencatat tingkat keberhasilan pemberangkatan yang tinggi. Dari total 5.990 jemaah calon haji dan petugas yang terdaftar, sebanyak 5.972 orang atau sekitar 99,70 persen berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci melalui 17 kelompok terbang (kloter).
    Namun, di tengah capaian tersebut, kabar duka datang dari Arab Saudi setelah seorang jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kloter 8 dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
    Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Suci Ramadhani, mengatakan secara umum penyelenggaraan haji Embarkasi Medan tahun ini berjalan baik dan relatif lancar meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika pelayanan di lapangan.
    “Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pemberangkatan mencapai sekitar 99,70 persen. Ini tentu patut disyukuri karena ribuan jemaah dapat diberangkatkan dengan aman dan tertib,” ujar Suci Ramadhani di Medan, Rabu (13/5/2026).
    Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan dimulai pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dan berakhir pada 11 Mei 2026 melalui Kloter 17.
    Dari total 5.972 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, sebanyak 2.422 orang merupakan laki-laki dan 3.550 orang perempuan. Jumlah jemaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki pada musim haji tahun ini.
    Selain itu, Embarkasi Medan juga memberangkatkan 68 petugas haji yang terdiri dari 17 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 17 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 34 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
    Menurut Suci, seluruh jemaah berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang tergabung dalam 17 kloter penerbangan Garuda Indonesia menuju Madinah.
    “Rata-rata setiap kloter membawa sekitar 358 hingga 360 jemaah dan petugas, kecuali Kloter 17 yang menjadi kloter terakhir dengan jumlah 233 orang,” katanya.
    Meski tingkat keberhasilan pemberangkatan cukup tinggi, terdapat 18 orang yang belum dapat diberangkatkan ke Tanah Suci. Delapan jemaah mengalami penundaan keberangkatan karena sakit, empat lainnya batal berangkat sebelum masuk asrama haji akibat kondisi kesehatan dan faktor lainnya, sementara enam kursi penerbangan kosong akibat kekosongan manifest atau open seat.
    Suci menjelaskan bahwa faktor kesehatan masih menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji mengingat sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu.
    “Faktor kesehatan masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji karena mayoritas jemaah merupakan lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu,” ujarnya.
    Seluruh proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui Asrama Haji Medan sebelum para jemaah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk terbang ke Arab Saudi.
    Terkait jemaah yang wafat di Tanah Suci, pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara memastikan almarhum telah mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
    Menurut Suci, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya berkaitan dengan proses administrasi dan keberangkatan, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan dan ujian.
    “Haji bukan hanya soal angka pemberangkatan, tetapi tentang bagaimana negara berupaya memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah, sejak dari embarkasi hingga berada di Tanah Suci,” pungkasnya.    (CNN) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini