Pasang iklan di sini
Medan | cybernasionalnews.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Sumatera Utara menggelar kegiatan Ideologisasi Dasar Tingkat I dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama Tim Fasilitator Forum (TFF) DPP Partai Gelora wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Kegiatan berlangsung di Hotel AHIO, Jalan Adam Malik, Medan, Sabtu (2/5/2026).
Acara dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mulyono. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan DPP Partai Gelora, Ketua DPW Partai Gelora Sumut Buya Muhammad Nasir, H. Muhammad Hafez, serta kader dan pengurus Partai Gelora dari seluruh Sumatera Utara dan Aceh.
Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ideologisasi yang dinilai penting dalam memperkuat pemahaman kader terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kepartaian. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi saya buka acara ini,” ujar Mulyono, yang disambut tepuk tangan para peserta.
Ketua DPW Partai Gelora Sumut, Buya Muhammad Nasir, mengatakan kegiatan Ideologisasi Dasar Tingkat I dilaksanakan selama dua hari, yakni 2–3 Mei 2026.
“Pelaksanaan kegiatan berlangsung Sabtu dan Minggu di Hotel AHIO Medan,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta yang merupakan kader pemula mendapatkan materi dasar kepartaian dari DPP Partai Gelora. Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman umum mengenai partai kepada para kader, termasuk ketua-ketua partai di tingkat daerah se-Sumatera Utara.
Sementara itu, pada hari kedua, peserta akan mendapatkan bimbingan lanjutan terkait pemahaman partai, termasuk penguatan ideologi, wawasan kebangsaan, ekonomi, dan politik. Buya Nasir menyebut Partai Gelora saat ini telah memiliki kurikulum kaderisasi yang dirancang untuk menghasilkan kader berkualitas.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, para kader mampu menjadi kekuatan baru dalam dinamika politik nasional serta memiliki kapasitas untuk menjembatani dan mengadvokasi kepentingan masyarakat.
“Ke depan, kader yang telah dibekali pemahaman kebangsaan, ekonomi, dan politik diharapkan mampu berperan aktif, baik sebagai anggota legislatif, kepala daerah, maupun pemimpin di tingkat nasional,” kata Buya Nasir. (CNN)