Hal itu disampaikan Parno saat menghadiri kegiatan pengenalan produk Odoo yang berlangsung di Gedung Aryaduta, lantai 9, Medan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Parno, digitalisasi sistem menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, terutama bisnis yang memiliki banyak transaksi dan membutuhkan pencatatan secara teratur.
Ia mencontohkan bisnis properti dan pengelolaan rumah kos yang selama ini masih menggunakan mekanisme pencatatan serta pembayaran secara manual.
"Untuk saat ini kan perlu sistem. Seperti contoh kita punya kos-kosan, untuk mempermudah pembayaran itu kalau manual agak susah. Dengan adanya Odoo ini mempermudah," ujar Parno.
Parno mengatakan, setelah mengikuti pengenalan produk tersebut, dirinya tertarik untuk mengadopsi dan membeli sejumlah fitur yang tersedia di Odoo.
Menurutnya, pemanfaatan sistem terintegrasi tersebut berpotensi mendukung efisiensi pengelolaan bisnis properti yang dikelolanya, termasuk di kawasan Wilmar dan sekitarnya.
Berharap Odoo Buka Kantor di Medan
Parno juga berharap Odoo dapat memperluas jangkauan operasionalnya dengan membuka kantor cabang di Kota Medan.
Menurutnya, keberadaan kantor resmi di daerah akan memudahkan pelaku usaha lokal dalam berkomunikasi, berkonsultasi, serta berkoordinasi terkait penggunaan layanan.
"Harapan saya Odoo ada di Medan. Sementara ini kan baru di Jakarta atau Tangerang Selatan. Kalau bisa ada kantor di Medan supaya lebih gampang komunikasinya," tuturnya.
Parno mengaku kegiatan tersebut merupakan kali pertama dirinya mengikuti pengenalan produk Odoo secara langsung. Meski demikian, ia optimistis pemanfaatan teknologi manajemen berbasis sistem dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.
Ia berharap penggunaan teknologi tersebut semakin berkembang dan mampu mendorong efisiensi serta profesionalisme pengelolaan bisnis, khususnya bagi dunia usaha di daerah.
(CNN)